| Nomor | Nama Peserta | L/P | Tempat Lahir | Tanggal Lahir | Nama Orang Tua | Alamat | Ket | |||
| Urut | Induk | Peserta | NISN | |||||||
| 1. | 05061002 | 001 | 9990447012 | AEP SARIPUDIN | L | CIAMIS | 1999/01/03 | OO HIDAYAT | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 03/03 | |
| 2. | 05061003 | 002 | 9988971568 | SYARIF AGUNG RIZKI | L | CIAMIS | 1998/11/16 | LILI FIRMANSYAH | Dsn. LANDEUH rt/rw : 03/02 | |
| 3. | 05061004 | 003 | 9970140879 | AGUS GUNAWAN | L | CIAMIS | 1997/11/24 | ELAN DAHLAN | Dsn. LANDEUH rt/rw : 02/02 | |
| 4. | 05061005 | 004 | 9990447013 | ANGGI PITRIANI | P | CIAMIS | 1999/01/08 | IIN | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 01/03 | |
| 5. | 05061006 | 005 | 9990447031 | AJIS MAULANA | L | CIAMIS | 1998/08/02 | ALAN | Dsn. LANDEUH rt/rw : 01/02 | |
| 6. | 05061008 | 006 | 9990447026 | ARIF RAHMAN SALEH | L | CIAMIS | 1999/06/30 | DULEH | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 02/03 | |
| 7. | 05061010 | 007 | 9988971559 | DEA ELVIANA DORA | P | CIAMIS | 1998/09/16 | LUKMAN KURNIAWAN | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 03/04 | |
| 8. | 05061011 | 008 | 9990447011 | | P | CIAMIS | 1999/01/01 | TOLIB PUDIN | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 02/03 | |
| 9. | 05061012 | 009 | 9990447017 | HAYATI NUFUS ASLAMAH | P | TANGERANG | 1999/01/29 | MUHAMAD IHWANU | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 01/04 | |
| 10. | 05061013 | 010 | 9988971564 | HENI RATNA SARI | P | CIAMIS | 1998/10/17 | EMOD | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 01/03 | |
| 11 | 05061014 | 011 | 9988971554 | NISA AMALIA | P | CIAMIS | 1998/07/12 | MAMAN | Dsn. LANDEUH rt/rw : 01/02 | |
| 12. | 05061015 | 012 | 9988971563 | OCTIA CLARA SAGITA | P | CIAMIS | 1998/10/07 | DADANG RUHINDA | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 03/03 | |
| 13. | 05061016 | 013 | 9990447025 | QISWI RIYANTI NURFAZRIA | P | CIAMIS | 1999/02/26 | RUSTANDI | Dsn. LANDEUH rt/rw : 01/02 | |
| 14. | 05061017 | 014 | 9990447023 | RANI NURMAYA | P | CIAMIS | 1999/05/26 | YAYAT WIHAYAT | Dsn. CIWALEN rt/rw : 01/01 | |
| 15. | 05061019 | 015 | 9988971544 | SAIPUL MUIZ | L | CIAMIS | 1998/01/02 | ENDIN AHMAD S. | Dsn..WARUDOYONG rt/rw : 01/04 | |
| 16. | 05061021 | 016 | 9988971551 | SUBHAN FIRDAUS | L | CIAMIS | 1998/07/09 | MAMAT | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 02/04 | |
| 17. | 05061022 | 017 | 9988971550 | TETEN NUGRAHA RACHMAT | L | CIAMIS | 1998/06/28 | MAMAT RAHMAT | Dsn. BUNGURSARI rt/rw : 03/06 | |
| 18. | 05061023 | 018 | 9990447018 | TEVI MAULDY RAMDAN | L | CIAMIS | 1998/12/25 | ASEP ROHMANA | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 03/03 | |
| 19. | 05061024 | 019 | 9988971566 | UDAN SURYANA | L | CIAMIS | 1999/03/29 | RUSDI | Dsn. LANDEUH rt/rw : 01/02 | |
| 20. | 05061026 | 020 | 9988971555 | WIDA | P | CIAMIS | 1998/10/26 | DEDE ENGKI | Dsn. LANDEUH rt/rw : 02/02 | |
| 21. | 05061027 | 021 | 9990447024 | YANTI HARTIYANTI | P | TASIKMALAYA | 1998/08/14 | Drs. SURYANA | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 01/04 | |
| 22. | 05061028 | 022 | 9990447022 | YUYU SUKMA MULYANA | L | CIAMIS | 1999/06/21 | UHA SUKMANA | Dsn. LANDEUH rt/rw : 01/02 | |
| 23. | 05061030 | 023 | 9960366515 | SHALSA FIRDAUSYAFAR S. | P | | 1999/05/24 | NANNA SURYANA | Dsn. BUNGURSARI rt/rw : 04/06 | |
| 24. | 060702031 | 024 | 9990447030 | ACHMAD SATIBI | L | CIAMIS | 1999/08/31 | HARDI | Dsn. WARUDOYONG rt/rw : 01/04 | |
| 25. | 080904026 | 025 | 9977698946 | LITA LESTARI | P | CIAMIS | 1998/11/14 | DADIK | Dsn. LANDEUH rt/rw : 03/02 | |
Kamis, 25 November 2010
DAFTAR 1
M 16 tahun ajaran 2010-2011
Minggu, 21 November 2010
PENDIDIKAN
apakah anak anda termasuk "anak indigo"?
Beberapa tahun belakangan ini berita tentang “anak indigo” cukup banyak diulas di media, walaupun belum ada yang meneliti berapa sebetulnya jumlah anak indigo di Indonesia. Hanya dipastikan, persentase jumlahnya masih sangat sedikit, kira-kira 10.000 : 1. Psikolog Elly Risman, yang dikutip oleh Pikiran Rakyat, menjelaskan bahwa kecilnya angka anak indigo yang diketahui, disebabkan sikap orang tua yang belum memiliki kesadaran memeriksakan anak ke psikolog. “Mungkin ini yang menyebabkan tidak adanya data yang valid mengenai jumlah anak indigo” katanya. Mengapa kita perlu memahami tentang “anak indigo” ini? Karena ada kemungkinan bahwa anak anda adalah seorang indigo, bahkan bisa pula seluruh anak yang anda lahirkan adalah seorang indigo.
Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”
Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.
Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?
Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?
Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.
Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.
Apakah anak anda indigo?
Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut: 1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? , 2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?, 3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? , 4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? , 5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? , 6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? , 9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? , 10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? , 11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan , 12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? , 13) Apakah anak anda kreatif? , 14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? , 15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? , 17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? , 19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? , 20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?
Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.
Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”
Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.
Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.
Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.
Tips untuk mendidik anak indigo
Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:
Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.
Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.
Perhatian!
Mohon maaf, berhubung banyak sekali pertanyaan yang tak memungkinkan saya menjawabnya, karena saya sendiri bukan indigo, namun pernah bersentuhan dengan anak indigo, maka sebetulnya tulisan saya di atas hanya sekedar sharing pengalaman.
Jika ada yang membutuhkan bantuan, atau ingin lebih memahami, saya telah menghubungi ahlinya, dan sejak 1 Februari 2008 telah mulai di buka layanan konseling bagi indigo dan keluarga. Dijadualkan setiap hari Rabu jam 14.00 s/d 18.00 wib dan 10.00 s/d 16.00 wib. Untuk perjanjian hubungi 021-75910583 atau 021-7236643.
Alamat: Ayodiapala, Ruko Galeri Niaga
Jl. Haji Nawi Raya Kav.9, Radio Dalam
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Untuk mengetahui lebih jauh tentang anak indigo, dapat mengunjungi IndigoIndonesia.com , Pusat Informasi dan Komunitas Indigo Indonesia. Bila ada pertanyaan atau mau konsultasi daftar saja ke forum, atau bisa hubungi langsung.
Juga telah ada web site tentang indigo yang bisa diakses di sini
Bahan bacaan:
Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”
Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.
Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?
Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?
Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.
Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.
Apakah anak anda indigo?
Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut: 1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? , 2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?, 3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? , 4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? , 5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? , 6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? , 9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? , 10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? , 11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan , 12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? , 13) Apakah anak anda kreatif? , 14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? , 15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? , 17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? , 19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? , 20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?
Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.
Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”
Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.
Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.
Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.
Tips untuk mendidik anak indigo
Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:
- Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.
- Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.
- Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.
- Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.
- Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.
- Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.
- Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.
- Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain. Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.
- Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
- Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.
Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.
Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.
Perhatian!
Mohon maaf, berhubung banyak sekali pertanyaan yang tak memungkinkan saya menjawabnya, karena saya sendiri bukan indigo, namun pernah bersentuhan dengan anak indigo, maka sebetulnya tulisan saya di atas hanya sekedar sharing pengalaman.
Jika ada yang membutuhkan bantuan, atau ingin lebih memahami, saya telah menghubungi ahlinya, dan sejak 1 Februari 2008 telah mulai di buka layanan konseling bagi indigo dan keluarga. Dijadualkan setiap hari Rabu jam 14.00 s/d 18.00 wib dan 10.00 s/d 16.00 wib. Untuk perjanjian hubungi 021-75910583 atau 021-7236643.
Alamat: Ayodiapala, Ruko Galeri Niaga
Jl. Haji Nawi Raya Kav.9, Radio Dalam
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Untuk mengetahui lebih jauh tentang anak indigo, dapat mengunjungi IndigoIndonesia.com , Pusat Informasi dan Komunitas Indigo Indonesia. Bila ada pertanyaan atau mau konsultasi daftar saja ke forum, atau bisa hubungi langsung.
Juga telah ada web site tentang indigo yang bisa diakses di sini
Bahan bacaan:
- Rossini. “Generasi Indigo”. Terjemahan bebas. Klinik Spesialis & Keluarga Prorevital. Jl. Let Jen Suprapto 60, Jakarta Pusat.
- Indigo, Berbeda Tapi Bukan Kelainan Jiwa. Liputan6.com. Jakarta, 25 Juli 2004. (http://www.liputan6.com/news/?id=82624)
- Heboh Indigo child.(Indera Keenam). http://www.suarapembaruan.com/News/2003/01/05/Psikolog/psi01.htm
- Belum Jelas Data Anak Indigo. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/102007/08/purwasuka/bekasiraya02.htm
PENDIDIKAN
MENGENAL KARAKTERISTIK ANAK INDIGO
Sekarang ini sering kita dengar tentang anak indigo, bahkan tidak jarang kita temui anak-anak dengan kelebihan ini di sekitar kita. Telah banyak ahli yang meneliti mengenai karakteritik atau ciri sifat yang membedakan antara anak indigo dengan anak normal yang lain. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengetahui tentang karakteritik dan perilaku seperti apa yang sering ditunjukkan oleh anak indigo ini.
Anak indigo merupakan generasi baru yang terlahir di dunia ini. Anak ini memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo ini mengindikasikan aura dalam warna kehidupan. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Indigo sendiri juga terkait dengan indera keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan bathin yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Banyak dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau secara akademis berprestasi. Anak yang mengalami indigo ini mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba, serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.
Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksesuaian yang terjadi disekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap system pendidikan yang ada.
Anak indigo juga sering menunjukkan perilaku memberontak terhadap suatu otoritas, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya, sensitive atau rapuh. Tidak jarang pula anak menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak punya perasaan. Terkadang orang akan melabel anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku tersebut terkadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa kanak-kanak, bahkan dalam melewati masa remaja (Chapman. 2006).
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan suatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini.
Jan Yordy seorang terapis yang menuliskan tentang anak indigo mencoba mengkategorikan karakteristik anak indigo yang sering ditemui :
- Memiliki keinginan yang kuat, mandiri dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orangtua
- Bijaksana dan memiliki tingkat kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya;
- Secara emosi, mereka dapat dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau stress;
- Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah;
- Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD atau ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus;
- Anak ini sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang kebanyakan;
- Anak-anak ini belajar secara visual dan kinestetik, mereka dapat mengingat apa yang terekam dalam otak dan menciptakan melalui tangan;
- Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Meskipun hal ini bukanlah sifat sebenarnya;
- Anak memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk pengasuhan.
Dalam menangani anak indigo ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka memiliki kesulitan dalam mengelola emosinya. Pada beberapa anak hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional atau kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki self esteem yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (tugas sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orangtuanya.
Anak indigo memiliki getaran energi yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini menciptakan perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang mengenyampingkan pemikiran logis dan proses berpikir rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih.
Memahami energi dasar dan mampu mengamati keadaan energi pada saat anak sedang tidak stabil sangatlah membantu bagi orang tua atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai energi dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajarkan anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan energi dan cara untuk mengurangi tingkat stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada energi yang negatif.
Sumber : Ismira Dewi (kabarindonesia.com)
Anak indigo merupakan generasi baru yang terlahir di dunia ini. Anak ini memiliki karakteristik yang unik yang membedakan dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo ini mengindikasikan aura dalam warna kehidupan. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Indigo sendiri juga terkait dengan indera keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan bathin yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Banyak dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau secara akademis berprestasi. Anak yang mengalami indigo ini mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba, serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.
Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksesuaian yang terjadi disekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap system pendidikan yang ada.
Anak indigo juga sering menunjukkan perilaku memberontak terhadap suatu otoritas, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya, sensitive atau rapuh. Tidak jarang pula anak menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak punya perasaan. Terkadang orang akan melabel anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku tersebut terkadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa kanak-kanak, bahkan dalam melewati masa remaja (Chapman. 2006).
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan suatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini.
Jan Yordy seorang terapis yang menuliskan tentang anak indigo mencoba mengkategorikan karakteristik anak indigo yang sering ditemui :
- Memiliki keinginan yang kuat, mandiri dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orangtua
- Bijaksana dan memiliki tingkat kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya;
- Secara emosi, mereka dapat dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau stress;
- Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah;
- Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD atau ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus;
- Anak ini sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang kebanyakan;
- Anak-anak ini belajar secara visual dan kinestetik, mereka dapat mengingat apa yang terekam dalam otak dan menciptakan melalui tangan;
- Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Meskipun hal ini bukanlah sifat sebenarnya;
- Anak memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk pengasuhan.
Dalam menangani anak indigo ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka memiliki kesulitan dalam mengelola emosinya. Pada beberapa anak hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional atau kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki self esteem yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (tugas sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orangtuanya.
Anak indigo memiliki getaran energi yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini menciptakan perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang mengenyampingkan pemikiran logis dan proses berpikir rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih.
Memahami energi dasar dan mampu mengamati keadaan energi pada saat anak sedang tidak stabil sangatlah membantu bagi orang tua atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai energi dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajarkan anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan energi dan cara untuk mengurangi tingkat stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada energi yang negatif.
Sumber : Ismira Dewi (kabarindonesia.com)
PENDIDIKAN
MENYELAMI KARAKTERISTIK ANAK
Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Agaknya peribahasa ini banyak dikaitkan dengan karakter anak yang seringkali mirip dengan orangtuanya. Menurut psikolog perkembangan dari Yayasan Kita dan Buah Hati, Rahmi Dahnan MSi, karakter anak yang dibawa sejak lahir merupakan turunan genetik dari keluarganya. “Karakter anak biasanya hasil menjiplak dari kedua orangtuanya,” katanya. Misalnya, ayah atau ibu termasuk pendiam maka ada kecenderungan anak mewarisi karakter yang sama. Namun, sambung Rahmi, terdapat pula penggolongan berdasarkan karakter bayi yaitu anak yang digolongkan anak mudah (easy child), slow to warm child, dan anak sulit (difficult child).
Mita Zoelandari (Inspiredkids magazine)
Ketiga karakter tersebut merupakan karakter dasar (basic character) bayi yang bisa terlihat dari pola tidur, makan, dan kemampuan adaptasi dengan lingkungan baru. Misalnya, pada tipe difficult child sering bermasalah pada pola tidurnya, sering teriak saat menangis, dan menolak bertemu orang lain. Berbeda dengan tipe easy child, anak lebih tenang dan memiliki pola makan serta tidur yang mudah diatur dan mudah beradaptasi dengan siapa pun. Sedangkan, tipe slow to warm, awalnya sulit terdeteksi dini karena merupakan pertengahan dari kedua tipe di atas. Namun tipe ini bisa diamati, misalnya anak mudah tersentak ketika tidur kalau pun menangis tidak meraung-raung.
Apapun karakter anak, papar Rahmi, sebaiknya diterima kemudian dipahami sehingga bisa memberikan pola asuh sesuai kebutuhan anak. ??Saat menghadapi anak sulit (difficult child) yang menangis, sebaiknya orangtua lebih sabar dan tidak menimpalinya dengan omelan, atau bentakan (verbal abuse) yang justru membuat anak merasa tidak nyaman,?? katanya. Pelukan dan belaian lembut akan menciptakan rasa nyaman dan menurunkan kerewelan si anak sulit.
Menurut psikolog dari Lembaga Terapan UI (LPTUI), Muhammad Rizal MSi, Ketika anak memasuki usia prasekolah, orangtua bisa mengamati perkembangan karakter anak. Secara umum tipe karakter digolongkan dalam empat kategori tergantung bagaimana anak menempatkan dirinya. Jika anak lebih suka berinteraksi dengan orang lain, maka anak bisa digolongkan extrovert. Sebaliknya, tipe anak introvert justru lebih sering menikmati waktu sendirinya dengan merenung dan memikirkan kejadian atau pengalaman yang dialaminya.
Selain itu, kepribadian anak juga bisa terlihat dari gayanya mengumpulkan informasi, misalnya tipe mengeksplorasi data serta fakta (sensing) atau tipe mengandalkan intuisi (intuition) yang sering menggunakan kalimat ?rasa-rasanya? atau ?sepertinya?. ?Karakter ini bisa dilihat sedini mungkin, terutama mengenali tipe anak extrovert atau introvert, jika anak tidak terlalu menikmati situasi bersama banyak orang bisa dikatakan anak cenderung introvert,? kata Rizal.
Dapatkah karakter anak diubah?
Rizal menjawab, tidak bisa. Namun pengaruh lingkungan seperti sekolah dan keluarga berpotensi menguatkan atau melemahkan karakter tersebut. ??Trauma yang berat bisa membuat seolah-olah karakter anak berubah. Dengan terapi dan pendampingan yang tepat, karakter asli tetap akan lebih dominan dibanding karakter hasil adaptasi dengan trauma,?? paparnya. Misalnya, anak yang mengalami pelecehan seksual, mungkin tiba-tiba menjadi pendiam, tertutup, dan sangat melindungi dirinya.
Senada dengan pendapat di atas, Rahmi menambahkan, terkadang dampak dari peristiwa tertentu seperti kehilangan seseorang yang dicintai bisa mengubah tingkah laku anak. ??Namun, responnya tidak akan jauh dari karakter dasar anak,?? katanya. Misalnya karakter anak tergolong introvert meski tidak terlihat pada tingkah polahnya, namun ketika mengalami trauma, karakter ini mungkin akan muncul misalnya dengan mengurung diri di kamar atau merenung. Meski demikian, orangtua bisa mengajarkan trik-trik menghadapi stres atau sesuatu yang kurang mengenakkan dengan cara yang lebih baik.
Rizal mengatakan, dengan mengenali karakter anak, orangtua dapat memahami dan menemukan cara-cara tepat untuk mengasuh anak. Misalnya jika anak tergolong introvert, jangan terlalu memaksa anak akan bercerita tentang perasaan atau kebutuhannya. Namun, mungkin saja orangtua perlu usaha lebih untuk mendekatkan diri dan mengajak anak bicara. Sementara pada anak yang lebih terbuka dan selalu bercerita tanpa diminta, maka orangtua bisa mengarahkan anak untuk melihat kondisi dan waktu yang tepat bercerita.
Tidak ada karakter anak yang negatif, tegas Rizal. Misalnya, anak pendiam dinilai lebih baik dibandingkan dengan anak yang lebih sering bertanya. ??Jika penilaian semacam ini mewarnai lingkungannya, maka kepribadian anak tidak bisa tumbuh optimal. Bisa jadi anak tidak percaya diri dan mandiri setiap bertanya. Namun, ketika anak keluar dari lingkungan tersebut, karakter aslinya akan muncul kembali,?? paparnya.
Rizal menambahkan, orangtua bisa mengenali kepribadian anak berdasarkan pengamatan perilaku anak sehari-hari seperti cara anak berkomunikasi, gaya hidup, atau ketika anak tengah menganalisa suatu persoalan dan membuat keputusan sendiri. Menurut Carl Gustav Jung dalam bukunya Personality Plus karakter anak bisa dibedakan berdasarkan caranya membuat keputusan, ada anak yang mempertimbangkan perasaan orang lain (feeling) atau hanya menggunakan data-data dan hal-hal yang memang ia lihat dan miliki (thinking). Kemudian bisa juga melihat gaya hidup dari anak, misal penuh spontanitas dan tidak terduga, kurang peduli pada aturan-aturan kaku (perceiving),penuh perencanaan, atau taat pada aturan (Judgement).
Rahmi mendefinisikan kepribadian (personality) sebagai kesiapan bertingkah laku ini merupakan reaksi atau respon terhadap simulasi dari lingkungan luar berdasarkan karakter yang dimiliki anak. ??Oleh sebab itu, meski karakter anak bisa saja sama, namun kepribadian yang muncul akan berbeda-beda,?? katanya. Orangtualah yang bertugas mengarahkan kepribadian anak. Pembentukan kepribadian anak juga melibatkan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan orangtua. ?Jika ingin menciptakan anak berkepribadian baik maka ciptakan lingkungan yang baik pula, sekali lagi orangtua sebagai acuannya,?paparnya. Untuk itu, Rahmi menambahkan, orangtua harus dibekali pengetahuan mengenai perkembangan anak dengan melihat harapan sosial pada usia tertentu. Pada usia 3 tahun, anak sebaiknya mulai mandiri pada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingannya seperti makan, minum, dan berpakaian sendiri. Kepercayaan diri mulai dikembangkan optimal ketika anak berusia 5 tahun. Sedangkan di usia 7 tahun anak mulai produktif dalam arti anak sudah mulai menunjukkan minatnya dan tidak tergantung pada keputusan orangtua. ?Perlu disadari juga laju perkembangan tiap anak berbeda-beda, yang merupakan hasil dari kematangan anak dan latihan atau pembelajarannya selama masih dalam rentang perkembangannya,? ujarnya.
Masa prasekolah adalah saat orangtua membentuk pondasi kepribadian anak. Dengan menanamkan pembiasaan yang positif seperti membiasakan bilang ?tolong?, ?terimakasih? dan ?maaf?, izin jika ingin bermain keluar, atau bersikap sopan. Sedangkan di usia sekolah, anak mulai berani mencoba hal-hal di luar kebiasaan. Tujuannya hanya sekedar untuk melihat respon orangtuanya. ??Oleh sebab itu sebaiknya orangtua bersikap konsisten dalam mengasuh,?? kata Rahmi. Selain itu, anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah atau teman sepermainannya (peer group). Orangtua juga bisa melihat bagaimana respon anak ketika menghadapi suatu permasalahan untuk melihat kepribadiannya yang unik. ?Perlu diingat, sikap dan tingkah laku anak merupakan cerminan dari kepribadiannya,? sambungnya.
Rahmi mengatakan, diharapkan dengan pembiasaan-pembiasaan positif yang ditanamkan orangtua pada anak dapat membentuk kecerdasan emosinya. Seringkali anak terlihat menjadi pemberontak ketika menghadapi suatu masalah. Hal ini disebabkan anak tidak menemukan jalan keluar dari permasalahannya, maka anak berpotensi mengekspresikan emosinya dengan cara yang negatif.
Jika sudah demikian, orangtua harus peka dengan tidak menuduh atau memberikan komentar negatif. ??Umumnya sikap negatif anak disebabkan oleh faktor eksternal seperti mencari perhatian, atau berada dalam kondisi tertekan,?? jelasnya.
Dengan bertambahnya usia, lanjut Rahmi, pemahaman anak juga perlu ditambah, misalnya ada anak yang sangat sensitif (oversensitive) yang peka dan mudah sekali menangis. Berikan pelajaran bersikap bijaksana dalam menanggapi suatu permasalahan. Seperti tidak semua permasalahan harus ditangisi. Ada kalanya, anak juga melakukan kealpaan dengan memberikan respon negatif tanpa disadarinya, misalnya dengan berkata kasar saat marah. ??Jangan langsung memarahi anak, beritahu bahwa sikapnya tidak baik
dan berikan contoh sikap yang terpuji,?? katanya.
dan berikan contoh sikap yang terpuji,?? katanya.
Hati-hati! Jika pola komunikasi dan pengasuhan anak ditekankan pada metode kepatuhan (otoriter) maka yang tampak adalah kepribadian semu. Anak terlihat manis dan patuh di rumah, namun ketika di sekolah tidak demikian. ?Orangtua sebaiknya ?asli? dalam menampilkan kasih sayang dan mengubah metode pengasuhan tersebut,?ujar Rahmi.
Psikiater anak dari Klinik Mutiara Hatiku, Ika Widyawati mengatakan karakter merupakan warna dasar setiap anak. Secara teori, pembentukan kepribadian anak dimulai dari 0-8 tahun , artinya di masa usia tersebut kepribadian anak belum stabil atau masih berubah-ubah tergantung pengalaman hidupnya.
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan orangtua dalam pembentukan karakter anak.
Do?s:
Memperlakukan anak sesuai dengan karakteristik anak.
Pahami bahwa setiap anak itu unik.
lMemenuhi kebutuhan dasar anak antara lain kebutuhan kasih sayang, pemberian makanan bernutrisi. Juga rasa aman dan nyaman.
Memperhatikan pola pendidikan yang diajarkan oleh guru di sekolah anak. Sebaiknya pola pengajaran guru juga senada dengan orangtua.
Berikan dukungan dan penghargaan ketika anak menampilkan tingkah laku yang terpuji.
Berikan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan usia perkembangannya.
Jika lingkungan sosial kurang baik, sebaiknya orangtua memindahkan anak dari lingkungan tersebut.
Orangtua bersikap tegas dan konsisten.
Dont’s
Orangtua memaksakan ambisi-ambisi pada anak apalagi jika bertentangan dengan karakter dasar anak.
Jangan mengasari anak, karena berpotensi menimbulkan ketaatan sesaat dan berpotensi menimbulkan kepribadian pemberontak.
Jangan membanding-bandingkan anak.
Jangan terlalu sering berganti-ganti pola asuh karena cenderung mempengaruhi kepribadian anak.
Jangan bumbui pola pengasuhan dengan verbal abuse atau physic abuse. Biasanya jika ini diterapkan akan timbul sikap curiga berlebihan (skeptis), menarik diri, dan enggan menjalin komunikasi dengan orangtua.
Mita Zoelandari (Inspiredkids magazine)
PENDIDIKAN
Langkah-langkah Penyusunan RPP
Langkah-langkah minimal dari Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, Sumber Belajar dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan msing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.1. Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standart Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar-Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan).
c. Indikator merupakan :
Terdiri dari: Nama Sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standart Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar-Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan).
c. Indikator merupakan :
- ciri pelaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar.
- penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
- dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah
- rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
- digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.
2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari suatu paket kegiatan pembelajaran.
Output (hasil langsung) dari suatu paket kegiatan pembelajaran.
3. Menentukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat juga diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran peserta didik:
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat juga diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya : pendekatan proses, kontekstual langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya-jawab, e-learning dan sebagainya.
5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
a. Untuk mencapai suatu kompetensi daar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah menimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Pendahuluan
- Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukan benda yang menarik, memberikan ilustrasi, membaca di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
- Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
- Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi tertentu
- Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
- Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran)
2. Kegiatan Inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skema (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skema (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
3. Kegiatan Penutup
- Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan
- Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil kurang lebih 25% peserta didik sebagai sampelnya.
- Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidial/pengayaan.
b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai.
Contoh minimal Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
(RPP)
A. Identitas
Nama Sekolah : ……………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………..
Kelas, Semester : ……………………………..
Standar Kompetensi : ……………………………..
Kompetensi Dasar : ……………………………..
Indikator : ……………………………..
Alokasi Waktu : ….. x … menit (… pertemuan)
Nama Sekolah : ……………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………..
Kelas, Semester : ……………………………..
Standar Kompetensi : ……………………………..
Kompetensi Dasar : ……………………………..
Indikator : ……………………………..
Alokasi Waktu : ….. x … menit (… pertemuan)
B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
- Kegiatan Awal
- Kegiatan Inti
- Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
- Kegiatan Awal
- Kegiatan Inti
- Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar
G. Penilaian
F. Sumber Belajar
G. Penilaian
Mengetahui
Kepala Sekolah………………., Guru Mata Pelajaran,
Kepala Sekolah………………., Guru Mata Pelajaran,
NIP. NIP.
Langganan:
Postingan (Atom)